RR

Selasa, 14 Januari 2014

1. Arti pentingnya Organisasi & Metode

Sebelum membahas tentang pentingnya Organisasi & Metode, kita mesti tahu pengertian dari Organisasi & Metode tersebut. apa sih itu Organisasi & Metode ?
Organisasi itu merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah sistem kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.

Sedangkan pengertian dari Metode itu adalah Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka, metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan, atau bagaimana cara melakukan atau membuat sesuatu. Metode berasal dari Bahasa Yunani methodos yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. 

Menurut saya arti pentingnya Organisasi & Metode itu adalah dengan adanya kedua ini kita dapat membuat suatu kumpulan banyak orang yang memiliki tujuan yang sama dengan menerapkan metode yang sesuai dengan tujuan yang mereka inginkan. contohnya seperti didalam sekolah ada yang namanya OSIS, dan kalo di kuliah ada yang namanya Himpunan Mahasiswa atau disebut HIMSI.


Sumber
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Metode
2. http://dhiedotorg.wordpress.com/2011/09/25/pengertian-definisi-arti-organisasi-dan-unsur-unsurnya/

Jumat, 18 Januari 2013

VI. Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

Pengertian Pelapisan Sosial
Pelapisan Sosial adalah pembedaan atau pengelompokan anggota masyarakat secara bertingkat (vertikal). Menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu.Oleh karena itu, mereka menuntut gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan anggota masyarakatyang berada di kelas tinggi. Seseorang yang berada di kelas tinggi mempunyai hak-hak istimewa dibanding yang berada di kelas rendah.
Pelapisan sosial merupakan gejala yang bersifat universal. Kapan pun dan di dalam masyarakat mana pun, pelapisan sosial selalu ada. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatuyang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi, sedang dan rendah.
Pelapisan sosial merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang.

Kesamaan Derajat
Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubungankan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik, maksudnya orang sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan Negara. Hak dan kewajiban sangat penting ditetapkan dalam perundang-undangan atau Konstitusi. Undang-undang itu berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali dalam arti semua orang memiliki kesamaan derajat. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai faktor kehidupan.
ma dalam masyarakat ada sesuatuyang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi, sedang dan rendah.
Pelapisan sosial merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang

Pelapisan Sosial dengan Kesamaan Derajat mempunyai hubungan satu sama lain. Pelapisan Sosial berarti pembedaan antar kelas-kelas dalam masyarakat yaitu antara kelas tinggi (kawasan tinggi) atau kelas rendah (kawasan rendah) sedangkan kesamaan derajat adalah suatu yang membuat bagaimana masyarakat semuanya ada dalam kelas yang sama tidak membeda bedakan, tidak ada perbedaaan kekuasaan dan memiliki hak yang sama dengan satu sama lainnya sebagai warga negara, sehingga tidak ada pembagian kawasan antara kawasan tinggi dengan kawasan rendah.


Jumat, 09 November 2012

V. Warga Negara & Negara


Kewarganegaraan merupakan keanggotaan seseorang dalam kontrol satuan politik tertentu (secara khusus: negara) yang dengannya membawahak untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan keanggotaan yang demikian disebut warga negara. Seorang warga negara berhak memiliki paspor dari negara yang dianggotainya.
Kewarganegaraan merupakan bagian dari konsep kewargaan. Di dalam pengertian ini, warga suatu kota atau kabupaten disebut sebagai warga kota atau warga kabupaten, karena keduanya juga merupakan satuan politik. Dalam otonomi daerah, kewargaan ini menjadi penting, karena masing-masing satuan politik akan memberikan hak (biasanya sosial) yang berbeda-beda bagi warganya.
Kewarganegaraan memiliki kemiripan dengan kebangsaan. Yang membedakan adalah hak-hak untuk aktif dalam perpolitikan. Ada kemungkinan untuk memiliki kebangsaan tanpa menjadi seorang warga negara (contoh, secara hukum merupakan subyek suatu negara dan berhak atas perlindungan tanpa memiliki hak berpartisipasi dalam politik). Juga dimungkinkan untuk memiliki hak politik tanpa menjadi anggota bangsa dari suatu negara.
Di bawah teori kontrak sosial, status kewarganegaraan memiliki implikasi hak dan kewajiban. Dalam filosofi "kewarganegaraan aktif", seorang warga negara disyaratkan untuk menyumbangkan kemampuannya bagi perbaikan komunitas melalui partisipasi ekonomi, layanan publik, kerja sukarela, dan berbagai kegiatan serupa untuk memperbaiki penghidupan masyarakatnya. Dari dasar pemikiran ini muncul mata pelajaran Kewarganegaraan yang diberikan di sekolah-sekolah.


Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent.
Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain.
Negara adalah pengorganisasian masyarakat yang mempunyai rakyat dalam suatu wilayah tersebut, dengan sejumlah orang yang menerima keberadaan organisasi ini. Syarat lain keberadaan negara adalah adanya suatu wilayah tertentu tempat negara itu berada. Hal lain adalah apa yang disebut sebagai kedaulatan, yakni bahwa negara diakui oleh warganya sebagai pemegang kekuasaan tertinggi atas diri mereka pada wilayah tempat negara itu berada.

Sumber :
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Kewarganegaraan
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Negara


IV. Pemuda & Sosialisasi

Pemuda adalah golongan manusia-manusia muda yang masih membutuhkan suatu  pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan dari generasi terdahulu yang kini telah berlangsung. Ya pemuda deawa yang di indonesia ini sangat beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan. Keragaman tersebut pada dasarnya tidak mengakibatkan perbedaan dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda.
Sosialisasi adalah suatu proses kehidupan yang dialami oleh para pemuda Indonesia tiap hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat membawa pengaruh yang besar pula dalam membina sikap untuk dapat hidup di masyarakat.


Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.

Hubungan antara pemuda dengan sosialisasi jelas sekali ada, terutama pemuda itu adalah manusia yang suatu saat melanjutkan pengembangan kearah yang lebih baik lagi dari sebelumnya, sebagai generasi masa depan bangsa pemuda butuh dengan yang namanya sosialisasi, karna dalam sosialisasi kita diajarkan hal hal yang harus dilakukan oleh seorang (individu)

Jumat, 19 Oktober 2012

III. Individu, Keluarga, dan Masyarakat

Langsung saja saya akan memberi penjelasan tentang judul diatas mengenai individu, keluarga, dan masyarakat.

-Individu, ya bisa diketahui individu itu artinya seorang, setelah saya mencari informasi tentang individu di intenet, individu ternyata berasal dari kata latin yaitu "individuum" yang artinya tak terbagi. contohnya ya saya sendiri, misalkan kalian melihat 2orang kembar, walaupun mereka kembar tapi mereka itu ya seorang, pemikiran mereka berbeda, jalan kehidupan mereka berbeda, pandangan hidup mereka berbeda, itu yang disebut dengan "seorang". 

-Lalu keluarga, keluarga itu sekelompok orang yang bertimpat tinggal di kediaman yang sama dan terikat dalam satu turunan. misalkan di setiap rumah pasti ada ayah, ibu, dan juga mempunya anak. Itulah yg disebut keluarga

-Masyarakat, ya di entri yang sebelumnya saya sudah menjelaskan apa itu masyarakat, jadi copas saja. Masyarakat adalah suatu kehidupan sosial yang menempati suatu wilayah tertentu.

Jadi bisa dijelaskan hubungan dari ketiga itu (individu, keluarga, masyarakat) adalah seperti : saya itu seorang atau disebut (individu) saya tinggal di suatu rumah yang juga ditempati oleh individu-individu lainnya seperti ayah, ibu, dan kakak-kakak saya dan membuat dari suatu individu-individu tersebut menjadi suatu kelompok yang menempati tempat tinggal bersama yang disebut (keluarga) dan keluarga kami tinggal disuatu masyarakat dimana ada juga rumah-rumah disekitar kami yang didiami dengan penduduk-penduduk yang mempunyai kehidupannya sendiri. Intinya saya (individu) bagian dari sebuah keluarga saya, dan keluarga saya merupakan bagian dari suatu masyarakat di wilayah kami tersebut.

II. Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan

             Dalam pembahasan kali ini saya akan membahas tentang Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan. Ketika melihat kata-kata (penduduk, masyarakat, kebudayaan) saya berpikir kalo dari ketiga itu seperti ada hal hal yg dapat berhubungan satu sama lainnya tapi sebelum saya memberi tau pendapat saya hubungan antara penduduk, masyarakat, dan juga kebudayaan saya ingin memberi tau apa sih itu yg namanya penduduk, masyarakat, dan juga kebudayaan. 

-Penduduk :
Penduduk adalah orang-orang yang mendiami suatu tempat tinggal di wilayah tertentu, menetap di suatu wilayah, tumbuh dan berkembang di wilayah tersebut.

-Masyarakat :
Masyarakat adalah suatu kehidupan sosial yang menempati suatu wilayah tertentu. Kehidupan sosial itu maksudnya setiap orang orang yang tinggal di suatu wilayah tersebut yang memiliki kehidupan masing-masing, makna kata dari sosial itu mencakup kesemua penduduk yang tinggal di wilayahnya tersebut. 

-Kebudayaan :
Kebudayaan adalah hasil karya, rasa, dan cipta dari suatu masyarakat yang bisa muncul karna adanya interaksi dari suatu penduduk terhadap masyarakat atau dari masyarakat terhadap penduduk yang lain atau juga "keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat" menurut Edward Burnett Tylor

             Setelah sudah menjelaskan pengertian dari penduduk, masyarakat, dan kebudayaan saya mau menjelaskan hubungannya antara penduduk, masyarakat, dan kebudayaan.
Pertama penduduk, penduduk itu kan seperti hal-nya saya tinggal dirumah ini, saya seorang penduduk yang tinggal disuatu rumah dimana ada banyak rumah-rumah juga disekitar rumah saya dan juga rumah-rumah itu didiami banyak orang dan setiap orang yang disana pun mempunyai kehidupan masing masing dan hal itu yang membuat terbentuknya suatu masyarakat, karna masyarakat itu suatu kehidupan sosial yang tidak hanya dimilik oleh 1orang, tapi lebih dari 1orang didalam suatu lingkup wilayah tesebut. Lalu kebudayaan, setiap penduduk itu pasti mempunyai kebudayaan yang pastinya berbeda. Setiap interkasi dari penduduk ke penduduk lainnya akan muncul kebudayaan masyarakatnya tesebut dan akan menjadi kebudayaan yang diterapkan di kehidupan lingkungan masyarakat itu sekarang karna setiap penduduk memiliki kebudayaannya masing masing dan dapat berkembang akibat interaksi terhadap penduduk dan juga masyarakat disekitarnya. Jadi menurut saya penduduk, masyarakat, dan juga keebudayaan itu memilik suatu hubungan yang sangat mendekat dan singkatnya seperti ni, masyarakat itu ada karna adanya penduduk yang tinggal di wilayah tersebut, dan kebudayaan itu ada karna hubungan interaksi antara masyarakat sekitar dan penduduk-penduduk lainnya.

I. Pengertian tentang Ilmu Sosial Dasar dan tujuan dari pelajaran ini.

         Sebelum saya membahas tentang tujuan Ilmu Sosial Dasar kita harus tau dulu apa sih Ilmu Sosial Dasar itu. Ilmu Sosial Dasar, kalo mendengar kata-kata sosial itu tak asing ya, tidak jauh-jauh dari "masyarakat" Jadi Ilmu Sosial Dasar itu adalah suatu pengetahuan yang menelusuri masalah-masalah sosial yang akan timbul dan juga berkembang, dimana masyarakat yang mewujudkannya dengan menggunakan pengertian-pengertian (teori, konsep, dan fakta) yang beraasal dari berbagai bidang pengetahuan dalam ilmu - ilmu sosial seperti : Sejarah, Geografi, Ekonomi, Sosiologi, Antropolgi dan Psikologi sosial. Berarti Ilmu Sosial Dasar itu gabungan dari bidang pengetahuan dalam ilmu-ilmu sosial ? bukan seperti itu, karna setiap masing masing ilmu pengetahuan sosial seperti (sejarah, geografi, ekonomi, dan lain-lain) tersebut memiliki obyek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak dapat dipadukan.

         Kalo menurut saya  tujuan dari adanya Ilmu Sosial Dasar :
  • Memahami dan menyadari adanya kenyataan dan adanya masalah-masalah sosial yang ada di dalam masyarakat dan menanggulangi masalah-masalah tersebut.
  • Menambah daya pengetahuan tentang ilmu-ilmu sosial agar bisa menjadi seseorang yang peduli dengan keberadaan orang-orang lainnya karna pada hakikatnya setiap manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan dari orang-orang disekitarnya.
  • Memberikan pengetahuan umum dan juga pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap dan penalaran mahasiswa tersebut dalam menghadapi lingkungan sosial dapat ditingkatkan, sehingga menjadi seseorang yang peduli akan apa yang terjadi pada lingkungan sosialnya.